Bahas Lengkap QR Code, dari Sejarah Hingga Cara Buatnya!

qr code ainee

Anda sudah vaksin Covid-19 dan mendapat sertifikat, lalu jika bepergian ke suatu tempat harus scan QR code? Atau ketika ingin membayar suatu produk, maka Anda bisa membayarnya hanya dengan menggunakan QR code online scanner atau dari fitur bawaan smartphone? Apakah Anda sudah benar-benar paham dengan kegunaan QR code? Jika belum, yuk, bahas selengkapnya tentang QR code hingga cara buatnya!

Pengertian Quick Response Code

Quick Response Code atau yang seringkali disingkat menjadi QR code adalah sebuah kode dua dimensi yang berbentuk titik-titik dan spasi putih. Kode tersebut mengandung informasi yang berbeda-beda, tergantung jenisnya dan kehendak si pembuatnya.

QR code mampu menyimpan sebanyak 2089 digit dan 4289 karakter yang berisi tanda baca dan karakter spesial sekalipun. Guna QR code sebenarnya banyak, salah satunya yaitu untuk membantu para pebisnis untuk melancarkan strategi marketingnya dengan cara yang lebih modern di era teknologi ini dan juga meningkatkan brand awareness berkat pengenalan produk yang lebih efisien.

Tak hanya itu, QR code juga bisa untuk membantu Anda menyuguhkan menu makanan online tanpa harus bertatap muka atau bersentuhan menu makanan secara langsung. Lebih efektif juga, bukan? Apalagi sekarang juga sudah mulai banyak orang yang menggunakan smartphone, sehingga seharusnya lebih mudah untuk scan QR code, misalnya scan QR code Google Chrome atau scan QR code tanpa aplikasi.

Cara scan QR code juga mudah, kok. Misalnya, untuk cara scan QR code tanpa aplikasi, Anda hanya perlu membuka fitur atau aplikasi bawaan scanner dan mengarahkan kamera smartphone ke tempat QR code berada, dan, voila, langsung muncul informasi yang seharusnya!

Bagaimana Sejarah QR Code?

Berikut timeline dari sejarah dikenal dan digunakannya QR code:

  1. 1994: pada tahun ini, QR code pertama kali diciptakan oleh DENSO WAVE, dahulunya merupakan salah satu divisi dari DENSO Corporation di Jepang.
  2. 2002: QR code mulai diperkenalkan secara lebih luas di sekitar Jepang.
  3. 2004: QR code akhirnya mendapat standarisasi dari JIS alias Lembaga Standarisasi Industri Jepang.
  4. 2010: informasitentang QR code disebarluaskan ke seluruh dunia, bersamaan dengan perkembangan teknologi scanner QR code yang merupakan fitur bawaan smartphone.
  5. 2012: sayangnya, pengguna smartphone saat ini masih sedikit. Bahkan, sekitar 97% orang belum tahu QR code itu apa dan bagaimana cara kerjanya, menurut penelitian Inc.
  6. 2013: QR code sempat dianggap tidak efektif.
  7. 2014-2019: pengguna smartphone mulai meningkat pada tahun-tahun ini. Sehingga, awareness terhadap penggunaan QR turut naik.
  8. 2020: sejak adanya pandemi, kini orang-orang pun semakin menjunjung tinggi sesuatu yang contactless, touchless, dan mudah digunakan. Dari sinilah QR code mulai populer kembali hingga saat ini. Pembayaran menggunakan QR code juga tidak butuh waktu lama, akan langsung tersambung ke bank digital Anda.

Bagian-Bagian QR Code yang Wajib Anda Tahu

Terdapat 7 bagian QR code yang wajib Anda tahu sebelum Anda mencoba untuk membuat QR code sendiri. Apa saja, ya?

Positioning Detection Markers

Bagian QR code yang pertama ini memiliki bentuk persegi berjumlah 3 buah. Posisinya selalu ada di pojok QR code. Bagian ini berfungsi untuk memastikan scanner QR mampu melakukan scan kode secara cepat, serta mengetahui posisi kode tersebut.

Alignment Marking

Berbeda dari positioning detection markets, alignment marking berukuran lebih kecil. Meskipun sama-sama persegi, aligment marking hanya ada 1 di setiap QR code dan berfungsi untuk menjaga permukaan QR code agar tetap stabil. Ketika diprint di permukaan yang melengkung sekalipun, QR code akan tetap bisa terbaca berkat bagian yang satu ini.

Biasanya, makin banyak suatu data yang disimpan dalam QR code, maka ukurannya pun juga akan semakin besar, sehingga jumlahnya pun juga bisa menjadi lebih banyak. Oleh karena itu, aligment marking-lah bagian yang membuat semuanya balance.

Timing Pattern

Sesuai dengan namanya, timing pattern merupakan bagian yang berbentuk kotak-kotak kecil seperti sebuah jejak. Fungsinya adalah untuk konfigurasi data grid, sehingga scanner QR code dapat mengetahui seberapa besar matriks yang dimuat dalam suatu QR code.

Version Information

Bagian berikutnya yaitu version information, yaitu yang bertugas untuk memberikan informasi versi dari suatu QR code. Saat ini, sudah ada 40 versi QR code yang berbeda-beda. Dengan adanya version information ini, maka scanner bisa mengetahui versi mana dari sebuah QR code yang ingin dimunculkan informasinya. Pada umumnya, versi 1 sampai 7 adalah versi yang paling umum digunakan.

Format Information

Bagian ini berfungsi untuk menjelaskan tolerasi error dan pola pada mask, sehingga scanner akan lebih mudah membaca informasi yang terkandung dalam sebuah QR code.

Data and Error Correction Keys

Bagian ini termasuk bagian penting dalam sebuah QR code karena pada bagian inilah seluruh data disimpan, bahkan meliputi error connection block yang menjaga data tetap dapat dibaca meskipun kode mungkin rusak hingga 30%.

Quiet Zone

Bukan berarti silence, ya, melainkan, quiet zone adalah bagian di sekitar QR code yang berwarna putih. Jangan kira bagian putih ini tidak penting, justru ini adalah bagian yang vital, lho. Fungsinya untuk memisahkan antara QR code dari lingkungan sekitarnya supaya scanner mampu mengenali kode tanpa adanya kesulitan.

Jenis QR Code

Ada 2 jenis QR code yang umum digunakan, yaitu QR code statis dan dinamis. Yuk, bahas selengkapnya.

QR Code Statis

Statis berarti tidak dapat diubah lagi; sehingga sama dengan namanya, QR code statis berarti kode yang tidak mampu diedit seketika sudah dibuat, begitupun dengan informasinya. Biasanya, QR code ini cocok digunakan untuk keperluan pribadi dan QR code API atau aplikasi untuk menciptakan kode dalam jumlah banyak, misalnya ID karyawan, dan lainnya.

Namun, QR code ini memang kurang cocok digunakan untuk keperluan marketing atau bisnis karena informasinya yang sudah tidak dapat diubah kembali.

Contoh penggunaan QR code statis yaitu Wi-Fi, Bitcoin, plain text, vCard (kartu nama), ataupun email.

QR Code Dinamis

QR code dinamis dapat diubah informasinya meski sudah dibuat, sehingga jenis QR code ini tepat digunakan sebagai strategi marketing. QR code dinamis akan berukuran tetap kecil meski data yang dimasukkan semakin banyak, sebab data tidak disimpan secara langsung dalam QR code, tetapi diarahkan pada sebuah URL yang juga dicantumkan dalam QR tersebut.

Contoh penggunaan QR code dinamis yaitu pemabayaran, PDF, media sosial, kupon, ataupun situs web bisnis.

Penerapan QR Code Itu di Mana Saja, ya?

Untuk penerapan QR code, ada 5 jenis yang dapat Anda tiru, terutama dalam bidang bisnis dan marketing. Simak bersama, yuk!

Sharing

Keunggulan QR code yaitu bisa membagikan berbagai informasi tanpa adanya batasan file atau dokumen, jarak, dan waktu. Kesimpulannya, Anda mampu memberikan informasi bisnis dalam ukuran yang besar, misalnya, atau membagikan halaman suatu website, video seputar bisnis, tips dan trik mengembangkan bisnis, serta lain sebagainya. 

Komunitas

Komunitas dapat ditemukan di media sosial Facebook atau platform lainnya. Anda dapat mencoba untuk membuat QR code yang terhubung dengan tombol like, alhasil QR tersebut akan mengajak siapapun untuk like halaman bisnis Facebook Anda.

SEO

Dalam SEO (Search Engine Optimization), sebuah kata kunci yang banyak dicari oleh konsumen juga dapat dimasukkan dalam QR code, lalu hal tersebut akan menambah peluang pencarian kata kunci ke depannya.

Call to Action

Jika ingin calon pembeli benar-benar tertarik untuk melakukan transaksi dengan bisnis Anda, maka Anda butuh tombol call to action dengan QR code, misalnya dengan membuatnya di QR code generator with logo agar lebih menarik. Kalau calon pembeli scan QR code Anda, maka mereka akan diarahkan ke landin page atau tujuan pemblelian.

Social Proof

Dengan munculnya QR code, maka akan lebih mudah untuk para komunitas bisnis terhubung ke blog atau website Anda. Hal ini juga tentunya mengurangi proses tatap muka, lho.

Cara Membuat QR Code

Anda harus ingat, sebelum membuat QR code, Anda harus memikirkan tujuan dari pembuatan QR code. Sesuai dengan dua jenis QR code (statis dan dinamis), penggunaannya pun mesti disesuaikan dengan goal Anda. Apakah QR code digunakan untuk bisnis atau bukan.

Kalau sudah tahu tujuannya, sebenarnya cara membuat QR code itu mudah, ada banyak QR code generator, QR code generator gratis, location QR code generator, QR Code API, atau bahkan bulk generation services yang tersedia. 

Itulah tadi informasi lengkap seputar QR code. Dari menyinggung soal pengertian, sejarah, cara scan QR code yang bisa pakai QR code scanner online atau QR code Google Chrome sekalipun, jenis, bentuk, serta cara membuat QR code.

Terutama bagi Anda yang sedang menjalani bisnis dan berkeinginan untuk menggunakan QR code sebagai strategi marketing, yuk, mulai dicoba. Selain efektif, QR code kemungkinan besar akan memberikan Anda dampak yang positif terhadap meningkatkan brand awareness dan juga promosi, sehingga mampu mempertahankan loyalitas konsumen.

Perkuat Loyalitas Konsumen Anda dengan Ainee!

Ingin bisnis Anda makin ramai dengan menggunakan QR code sebagai media promosi? Bisa banget, apalagi jika ditambah dengan layanan yang ditawarkan Ainee, dijamin makin laris manis. Ainee memiliki layanan dari sistem scan and order via QR code, manajemen pelanggan (CRM) hingga loyalitas program, lho. Tunggu apa lagi? Buruan cobain Ainee, gratis!

Our Address
ONE WOLTER PLACE 4th floor,
Jl. Wolter Monginsidi No.63B, RT.1/RW.1, Rawa Barat., Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180
Contact Us
Email : ainee@ginee.com
Phone Number : 081324919117
Download Application